Senin, 26 Maret 2012

Untuk sahabatku di jalanan.





terik matahari tak kau hiraukan lagi
bukan untukmu saja
untuk kami yang berduka
untuk ibu pertiwi yang menangis
untuk rakyat yang kelaparan


gas air mata, selongsong peluru tak kau takutkan lagi
demi kecintaanmu pada pertiwi
demi kekesalanmu pada perut buncit berdasi
demi hati kecilmu yang terhianati


cibiran hinaan 
menjadi cambuk yang menyakitkan di benakmu


kau punya alasan
atas berjuta rakyat yang berharap
atas berjuta anak yang siap kehilangan pendidikan
atas semua yang bertumpu pada ideologimu


Selamat berjuang 
restu ibu pertiwi menyertaimu....

2 comments:

Majalah Siantar mengatakan...

wow, puisi nya bagus x kak.
Hendrikson FBI salut sama kakak..
:)

Itan'S Blog mengatakan...

hahahha gg kok tu iseng ajjah

Posting Komentar