Seperti kopi pahit yang habis terteguk, namun menyisakan pati. Membekas.
Berulang kali ku cek ponselku. Nihil. Masih berharap akan ada pesan pesan darnya Yuna? pikiranku mulai menyusun perbincangannya sendiri. Aku berusaha menghindar dari perbincangan itu. kualihkan pandangan ke arah monitor laptopku, mulai mengerjakan proyek yang baru saja kuterima. Sudah cukup mellow-nya. terlalu banyak waktu yang terbuang karena menyesal. Pikirku.
Ah kau menyesal ternyata Yuna, bisik hatiku menyepelekan.
Bukannya kau, yang begitu pagi datang, memutuskan untuk mengakhiri semuanya.
Aku menghela nafas.
Bukannya kau yang dengan penuh kehati hatian berusaha untuk menjelaskan bahwa hatimu tak bisa lagi mencintainya.
Bukannya kau juga yang mengambil keputusan untuk menjauh darinya dengan kata kata ketusmu Yuna?
Pikiranku mengeluarkan fakta yang tak mungkin kubantah. Aku benar benar tak bisa melakukan apapun. Nafasku tertahan.
Jangan pernah mengharapkan sisa manisnya Yuna, jika yang kau beri padanya hanya Kopi Pahit.
Hanya akan tertinggal ampasnya, Pahit.
Aku mematikan ponsel, membiarkan laptopku menyuarakan lagu yang pernah kita nyanyikan dulu.
Aku merindukanmu, bisikku.
Aku tau cinta itu terasa berari saat kau telah benar benar pergi.
Cerita dari hidup yang singkat, seperti gelembung sabun.
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Minggu, 18 November 2012
Rabu, 14 November 2012
Unconsistence
Dan sekeping hatiku yang lain memilih pergi menjauh.
"Ah ya Apa kabarnya Ario?" tanyamu sore itu, disebuah cafe langganan yang biasa kita kunjungi,dulu, waktu kita masih bersama. Pertanyaanmu adalah pertanyaan yang paling berat untuk ku jawab. Kau tau jawabannya, masih ada sepotong hatiku yang mencintainya. Kalau kau tidak lupa, aku meninggalkanmu karena dia. Dan kau selalu tertawa kalau mengingat hal itu. Entah menyadiari bodohnya dirimu atau, kebodohan diriku. Aku tak pernah tau pasti.
"Baik." Seperti biasa aku menjawab singkat. dan aku berusaha untuk ketus padamu. Aku mulai mengeluhkan waktu yang berjalan perlahan, amat lambat. Kita menunggu.
"Masih jalan sama Ario?" pertanyaanmu yang sangat tidak ingin kujawab.
"Dia sudah bahagia dengan pasangannya, seperti kau bahagia, dan aku pun bahagia. Masalah aku masih menyimpan rasa, itu masalahku. bisakah tidak usah kita bahas?" jawabku.
Dan kau mulai tertawa.
"Gak ada yang lucu, gak perlu tertawa, terlalu dipaksakan" komentarku ketus.
"Bahagia dan berusaha bahagia itu berbeda" ucapmu. tak kupedulikan, tapi aku mengerti maknanya.
"Sepertinya aku harus pergi, Mungkin ini pertemuan kita yang terakhir." Aku tersenyum padamu.
"Bisa kah kita lebih lama disini?" tanya mu hati hati. kemudian Kau melambaikan tangan pada seorang perempuan cantik.
"Akan ada hati yang tersakiti, jika memang harus ada itu aku" jawabku singkat memperhatikan perempuan cantik itu mendekat ke meja kami.
"Jangan pernah menyakiti dia" ucapku sebelum perempuan itu semakin dekat.
"Tidak akan pernah kusia siakan dia Yuna" jawabmu pasti.
"bisakah kita bertemu lagi?" tanyamu tepat saay perempuan berambut sebahu itu sampai di meja kita.
"Maaf tidak bisa" ucapku sebelum tersenyum pada perempuan itu. dan mengulurkan tangan.
"Kamu pasti pacarnya Fian, Hai aku Yuna..."
"Martha... " jawabnya tersenyum.
kemudian aku permisi dan bergegas meninggalkan tempat itu. meja yang sama sejak kita berkenalan, meja yang sama saat aku menerima rasamu, meja yang sama saat kita menyadari ada yang tidak sejalan, meja yang sama tempat aku meninggalkan semua kenangan kita.
meja yang sama ketika aku merasa "Berusaha bahagia dan tidak menyia-nyaiakannya" terdengar tidak sejalan.
"Ah ya Apa kabarnya Ario?" tanyamu sore itu, disebuah cafe langganan yang biasa kita kunjungi,dulu, waktu kita masih bersama. Pertanyaanmu adalah pertanyaan yang paling berat untuk ku jawab. Kau tau jawabannya, masih ada sepotong hatiku yang mencintainya. Kalau kau tidak lupa, aku meninggalkanmu karena dia. Dan kau selalu tertawa kalau mengingat hal itu. Entah menyadiari bodohnya dirimu atau, kebodohan diriku. Aku tak pernah tau pasti.
"Baik." Seperti biasa aku menjawab singkat. dan aku berusaha untuk ketus padamu. Aku mulai mengeluhkan waktu yang berjalan perlahan, amat lambat. Kita menunggu.
"Masih jalan sama Ario?" pertanyaanmu yang sangat tidak ingin kujawab.
"Dia sudah bahagia dengan pasangannya, seperti kau bahagia, dan aku pun bahagia. Masalah aku masih menyimpan rasa, itu masalahku. bisakah tidak usah kita bahas?" jawabku.
Dan kau mulai tertawa.
"Gak ada yang lucu, gak perlu tertawa, terlalu dipaksakan" komentarku ketus.
"Bahagia dan berusaha bahagia itu berbeda" ucapmu. tak kupedulikan, tapi aku mengerti maknanya.
"Sepertinya aku harus pergi, Mungkin ini pertemuan kita yang terakhir." Aku tersenyum padamu.
"Bisa kah kita lebih lama disini?" tanya mu hati hati. kemudian Kau melambaikan tangan pada seorang perempuan cantik.
"Akan ada hati yang tersakiti, jika memang harus ada itu aku" jawabku singkat memperhatikan perempuan cantik itu mendekat ke meja kami.
"Jangan pernah menyakiti dia" ucapku sebelum perempuan itu semakin dekat.
"Tidak akan pernah kusia siakan dia Yuna" jawabmu pasti.
"bisakah kita bertemu lagi?" tanyamu tepat saay perempuan berambut sebahu itu sampai di meja kita.
"Maaf tidak bisa" ucapku sebelum tersenyum pada perempuan itu. dan mengulurkan tangan.
"Kamu pasti pacarnya Fian, Hai aku Yuna..."
"Martha... " jawabnya tersenyum.
kemudian aku permisi dan bergegas meninggalkan tempat itu. meja yang sama sejak kita berkenalan, meja yang sama saat aku menerima rasamu, meja yang sama saat kita menyadari ada yang tidak sejalan, meja yang sama tempat aku meninggalkan semua kenangan kita.
meja yang sama ketika aku merasa "Berusaha bahagia dan tidak menyia-nyaiakannya" terdengar tidak sejalan.
Rabu, 07 November 2012
Maaf yang menggantung
"Kapan lagi Alika?" tanya mama lembut.
tapi aku tahu, dibailk kelembutannya, ia menyimpan harap yang sangat besar. hanya satu harapannya sejak aku mendapatkan pekerjaan itu, ia ingin melihatku menikah. memiliki pendampinghidup, kata ibu begitu.
Sudah berkali kali, bahkan aku hapal sekali bentuk bentuk pertanyaannya.
"Udah ada calonnya?"
"Orang mana nih calonnya Alika?"
hingga pertanyaan...
"Duh mbak, ntar kalo mbak gak merried, kapan dong saya merriednya?" ucap sepupuku guyon.
Aku hanya tersenyum saja, memberikan jawaban paling sempurna dengan lengkungan bibirku yang artinya aku tidak ingin menjawab apa apa.
Malam ini mama mengundang temannya datang makan malam, bersama seorang anak laki lakinya. Perjodohan. ah, cerita lama pikirku. Aku hanya berbasa basi sekedar menjaga sopan santun.
tak ada lagi alasan untuk menunda pernikahan, bisik mama seraya keluar dari kamarku. Aku terdiam.
Pikiranku tak lagi bisa terkoneksi dengan bibirku, seolah olah mereka bekerja sendiri sendiri dalam mode default, pun begitu dengan hatiku, tak lagi dapat merasa lebih tegar sedikit lagi untuk tidak memancing gravitasi air mata.
Ma maafkan aku, tak pernah terbayangkan wajah cemasmu saat usiaku mulai bertambah dan kau belum menyebarkan kabar bahagia itu.
Ma maafkan aku, telah memberikan seluruh hatiku pada pria lain,
lelaki yang kuharapkan akan memanggilmu ibu,
lelaki yang kuharapkan akan menjadi imamku,
lelaki yang ku harapkan akan selalu kutunggu kedatangannya setiap hari.
yang akan dengan bangga kau perkenalkan pada yang lain.
dan dia pula yang tanpa permisi pergi begitu saja.
membawa seluruh hatiku yang utuh.
maafkan aku ibu, telah ceroboh memberikan seluruh rasaku padanya.
Menitipkan seluruh hatiku padanya,
Hingga tak ada lagi yang tersisa
selain asa
selain luka.
Ayah, maaf...
Tak bisa kutemukan lelaki yang kau impikan
lelaki yang kau harap lebih baik darimu.
yang bisa memberikan apa yang kupinta,
yang bisa menjagaku lebih baik darimu,
lelaki yang kau pintakan juga untukku dalam setiap doamu.
aku mencintai dia
Maafkan aku
Hati ini telah dimiliki oleh dia,
Tak ada lagi sisa hati yang pantas untuk sekeping hati yang lain.
Pikiranku ingin meneriakkan kata kata itu dengan lembut di pelukan orang tuaku. Tapi badanku kaku. Hanya buih putih keluar dari bibir merahku. Setelah hampir sebotol ku telan obat tidur.
beberapa menit berikutnya tak lagi kudengar mama berteriak....
"Alikaaaa..........." sambil memeluk tubuhku yang terbujur kaku.
Rabu, 03 Oktober 2012
Ucapan Tulus-Kebahagiaan Sempurna
Selamat....
Begitu saja ucapanku yang terucap dari hatiku.
singkat. tapi tulus.
Aku tidak sedih, aku tidak marah. jujur aku bahagia akhirnya kau mendapatkan yang layak mendampingimu. yang lebih mencintaimu. Gimanapun juga aku tau wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik. Mungkin aku tidak cukup baik mendapatkan cintamu yang tulus itu. yah.. aku tau kau tulus.
Mungkin semesta memang sudah menuliskan bahwa kita tidak berjodoh. sekeras apapun kau memaksakan.
Memori itu biarlah jadi masalalu. aku senang bisa berkenalan denganmu, bisa bertukarpikiran dengan orang idealis sepertimu, cukup membuat aku merasa I am loved. yeaahhh...
Jujur aku sempat takut, bagaimana jika kau tak lagi bisa membuka hatimu bagi orang lain hanya karena aku. dan aku senang ketakutanku tidak terbukti. kalau sempat itu terjadi aku adalah orang paling berdosa dalam hidupmu. Mungkin. Aku takut karma itu masih berlaku. Sukurlah kau merelakan karma itu untuk tidak terjadi.
Pada akhirnya kita tau itu adalah pilihan terbaik
Sekali lagi, insting perempuanku tak pernah salah.
Begitu saja ucapanku yang terucap dari hatiku.
singkat. tapi tulus.
Aku tidak sedih, aku tidak marah. jujur aku bahagia akhirnya kau mendapatkan yang layak mendampingimu. yang lebih mencintaimu. Gimanapun juga aku tau wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik. Mungkin aku tidak cukup baik mendapatkan cintamu yang tulus itu. yah.. aku tau kau tulus.
Mungkin semesta memang sudah menuliskan bahwa kita tidak berjodoh. sekeras apapun kau memaksakan.
Memori itu biarlah jadi masalalu. aku senang bisa berkenalan denganmu, bisa bertukarpikiran dengan orang idealis sepertimu, cukup membuat aku merasa I am loved. yeaahhh...
Jujur aku sempat takut, bagaimana jika kau tak lagi bisa membuka hatimu bagi orang lain hanya karena aku. dan aku senang ketakutanku tidak terbukti. kalau sempat itu terjadi aku adalah orang paling berdosa dalam hidupmu. Mungkin. Aku takut karma itu masih berlaku. Sukurlah kau merelakan karma itu untuk tidak terjadi.
Pada akhirnya kita tau itu adalah pilihan terbaik
Sekali lagi, insting perempuanku tak pernah salah.
Selasa, 02 Oktober 2012
I am a loser
Entah knapa tiba tiba aku merasa jadi orang yang kalah. Kalah dalam segala hal. Materi iya. Semua hal. Seolah aku benar benar gg berhak untuk bisa hidup layak kayak yg lain.
Fee ku tiap bulan cuma habis buat ongkos.
Kelulusanku yang tepat waktu seolah tidak membantu apa pun. Aku hanya merasa yaahh.. Tidak ada yang istimewa dari sebuah gelar.
Kesehatan yang patut kusukuri. Yeah I wish aq masih layak untik mensukurinya. Dengan status kesehatanku yang semakin memburuk.
Yeah I despereate with my life.
Apa lagi sekedar mengharapkan mimpi mimpiku jadi kenyataan. Gg berharap lagi lah.
Aq pengen S2. Biaya dari mana? Gaji cuma segitu. Orang tua ku juga pas pasan.
Capek bgt. Tepatnya aku lelah.
Lelah menjadi pecundang.
God could You help me?
Fee ku tiap bulan cuma habis buat ongkos.
Kelulusanku yang tepat waktu seolah tidak membantu apa pun. Aku hanya merasa yaahh.. Tidak ada yang istimewa dari sebuah gelar.
Kesehatan yang patut kusukuri. Yeah I wish aq masih layak untik mensukurinya. Dengan status kesehatanku yang semakin memburuk.
Yeah I despereate with my life.
Apa lagi sekedar mengharapkan mimpi mimpiku jadi kenyataan. Gg berharap lagi lah.
Aq pengen S2. Biaya dari mana? Gaji cuma segitu. Orang tua ku juga pas pasan.
Capek bgt. Tepatnya aku lelah.
Lelah menjadi pecundang.
God could You help me?
Minggu, 30 September 2012
Jumat, 28 September 2012
Prologue : Time Capsule
Ladisha menggenggam tangan
perempuan muda itu.
“Kau tau?” bisiknya
“waktu selalu bisa melakukan
apapun.”
“Apa saja?” Tanya perempuan itu.
“Ya. Waktu bisa menjadi kunci,
menjadi obat, menjadi penentu apakah kau memang berjodoh dengannya atau tidak.” Mata Ladisha masih memandang jauh ke langit
senja di beranda rumahnya. Rumah bergaya minimalis itu memiliki beranda dan
taman kecil.
Ladisha mengambil sepotong cake
pisang buatan cucunya. Sama seperti lalu lalu, Ladisha memoleskan sedikit
cokelat kemudian menikmati cake pisang itu.
“masih sama seperti dulu rasanya”
ucap ladisha entah pada perempuan itu entah hanya bergumam.
“Kau tahu tentang Revan?” Tanya Ladisha.
“Perempuan muda itu menggeleng,
alisnya berkertut tak mengerti. Tapi wajah sendu Ladisha bersinar.
Kamis, 27 September 2012
(Blurb) Time capsule
Kita hidup di garis tangan kita, bersisian, berbagi, tapi tak pernah saling menyentuh.
Kau bilang waktu yang akan menentukan.
Kau bilang waktu akan memberi ruang yang tepat.
Aku selalu percaya, hingga ternyata waktu juga mampu membuatnya menjadi pudar.
Garis mu perlahan memudar hingga hilang tak dapat kutemukan.
Mungkin waktu pernah tidak tepat.
"Time Paradox" katamu
kita dipermainkan oleh falsafah lama tentang kesabaran pada waktu yang kau bilang tepat.
Rabu, 27 Juni 2012
Rasa dan Fisika
Entah apa namanya...
tapi rasanya seru kalo menghubungkan hukum hukum alam ke dalam kehidupan sosial. ehm termasuk cinta.
okeh...
satu hari ada sebuah quotes bagus banget. Dari sebuah novel, lupa judulnya. lebih kurang dia bilang gini "akan tiba saatnya lo bakal merasa terlalu lelah untuk disakiti"
hadehhh lupa. Intinya akan ada titik jenuh kita mampu bertahan untuk disakiti dan akhirnya rasa itu hilang.
sama seperti hukum gerak vertikal ke atas. pada satu titik akhirnya kecepatan akan berhenti (v=o) kemudian meluncur ke titik awal.
Perasaan juga akan seperti itu jika 'kecepatan' tidak di jaga agar tetap stabil.
bagaimana menjaga agar kecepatan tetap stabil.... itu yang membutuhkan seni... ehmm mungkin juga sains.
tapi rasanya seru kalo menghubungkan hukum hukum alam ke dalam kehidupan sosial. ehm termasuk cinta.
okeh...
satu hari ada sebuah quotes bagus banget. Dari sebuah novel, lupa judulnya. lebih kurang dia bilang gini "akan tiba saatnya lo bakal merasa terlalu lelah untuk disakiti"
hadehhh lupa. Intinya akan ada titik jenuh kita mampu bertahan untuk disakiti dan akhirnya rasa itu hilang.
sama seperti hukum gerak vertikal ke atas. pada satu titik akhirnya kecepatan akan berhenti (v=o) kemudian meluncur ke titik awal.
Perasaan juga akan seperti itu jika 'kecepatan' tidak di jaga agar tetap stabil.
bagaimana menjaga agar kecepatan tetap stabil.... itu yang membutuhkan seni... ehmm mungkin juga sains.
Senin, 23 April 2012
Kenangan
Disini. Di tempat ini. Rasanya sudah lama sekali. Tiga bulan berlalu tak pernah sedikitpun aku mengunjungi tempat ini. Takut. Mungkin. Atas kenangan kenangan yang ada di dalamnya. Di sekitarnya.
Sekian bulan lalu tempat ini pernah jadi saksi wajah wajah uang bersemu merah karena malu atas ungkapan cinta.
Pernah juga jadi saksi atas tangis penghianatan. Atau sekedar jadi tempat pelarian ketika jemu datang menyapa.
Sekarang aku disini bukan untuk mengetuk masalalu atau sekedar mengobrak abrik kenangan. Aku hanya datang menikmati kembali belaian angin yang membawa pesan damai untuk rasa yang kadang semu.
Sekian bulan lalu tempat ini pernah jadi saksi wajah wajah uang bersemu merah karena malu atas ungkapan cinta.
Pernah juga jadi saksi atas tangis penghianatan. Atau sekedar jadi tempat pelarian ketika jemu datang menyapa.
Sekarang aku disini bukan untuk mengetuk masalalu atau sekedar mengobrak abrik kenangan. Aku hanya datang menikmati kembali belaian angin yang membawa pesan damai untuk rasa yang kadang semu.
Sabtu, 21 April 2012
Ngelewati Malam Minggu Anti Galau.
Malam Minggu Gak punya pacar? GALAU.
Hahhahhahahha.
Tips ngasal Based on true story nich.
Buat para jomblo jomblo yang harus ndekem di rumah dengan tatapan sirik pada pasangan pasangan yang sedang menikmati indahnya dunia setiap malam minggu.
Ngelewati malam minggu anti galau tuh agak agak bandel dikit....
1. Hilangkan pepatah "lakukan apa yang dapat kamu lakukan hari ini, jangan tunda sampai esok"
lupakan tuh statement. biar malam minggu lo gak galau, sisain kerjaan buat lo kerjain ntar malam minggu. paling gak lo punya jawaban kalo ada yang nanyain (yang mau nyindir)
"lo kemana malam minggu?"
Atau
"Lo ngapain malam minggu, sendirian aja nih?"
ahhaha lo bisa jawab
"ah gue ada kerjaan nih.."
"gue mau ngerjain tugas ini..."
atau sekalian aja
" Gue sibuk ngerjain skripsi" (kayak gue)
jadi keliatannya malam minggu lo ya emang selalu sibuk
NB : terlalu sibuk ogah juga tuh gebetan ngajak lo jalan :P
2. Siapin semua peralatan hobi.
yang hobi nulis siapin pinsil, notebook, atau apalah yang bisa buat nulis.
yang hobi fotography coba ambil tema "masa pacaran" tuh banyak yang mau di foto. hahahha
3. Jangan tidur 2 hari 2 malam.
ngantuk? yaiyalah mending malam minggu tidur. biar langsung hari senin. gak nyesek lo.
4. Ngumpul ma jombloers galau lainnya. ceritain gebetan, ngebanyol, seru seruan. apa aja deh. sekalian galau galauan bareng.
tu aja deh.. hahahhah gak tau lagi gue...
Have fun on Saturday nite
Kamis, 10 November 2011
Alasan aku tak pernah bisa
Tahu alasan kenapa aku tak pernah bisa membencimu?
karena kau membuatku jatuh cinta setiap hari.
Tahu bagaimana aku mengagumimu?
dengan mengagumi karya karyamu.
Tahu bagaimana aku melihat keindahanmu?
dari indahnya jiwamu yang terpancar dari lukisan tanganmu.
Jika kau ingin tahu semua...
itu semua karnamu dan keindahanmu.
cukup membuatku jatuh cinta terus menerus.
Jumat, 09 September 2011
dan cinta tak perlu aksara
ingatkah ketika jemarimu yang lentik menuliskan bait cinta
sementara bibir merah mu merekah-bergumam-sambil terkadang berdecak mengirimkan jalinan kata-menggodaku
adakah kau lupa. Mengatasnamakan cinta.
Memberi label atas perilakumu.
Atas kenarsisanmu yang terkadang memuntahkan kesombongan.
Adakah cinta yang menumpukku dengan lembaran tak bermakna.
Dengan anyaman huruf yang kau berikan sebagai persembahan.
Bumi berbisik...
Matahari mengerjap...
Dan angin membius mesra...
Dan cinta tak perlu aksara...
sementara bibir merah mu merekah-bergumam-sambil terkadang berdecak mengirimkan jalinan kata-menggodaku
adakah kau lupa. Mengatasnamakan cinta.
Memberi label atas perilakumu.
Atas kenarsisanmu yang terkadang memuntahkan kesombongan.
Adakah cinta yang menumpukku dengan lembaran tak bermakna.
Dengan anyaman huruf yang kau berikan sebagai persembahan.
Bumi berbisik...
Matahari mengerjap...
Dan angin membius mesra...
Dan cinta tak perlu aksara...
Rabu, 03 Agustus 2011
Inspirasi ^_^ (pengobat hati)
"Jika dalam cintamu, hatimu lebih sering terluka daripada digembirakannya, maka lepaskankah dia dari genggaman penuh khawatirmu. Jika dia memang cinta sejatimu, dia akan kembali sebagai belahan jiwa yang memuliakanmu. Tapi jika dia tak pernah kembali, maka memang dari awal dia tak pernah direncanakan bagimu. Hapuslah sedihmu, indahkanlah dirimu, dan harumkanlah ruang tamu di hatimu bagi cinta yang baru"
Selasa, 02 Agustus 2011
bagaimana Aku..
Bagaimana aku bisa melawan takdirku, jika semua yang tersusun menghadapkanku padamu.
Bagaimana aku mengingkari rasaku jika tiap daun yang terbang menyentuh puncak kepalaku membisikkan namamu,
Akh bagaimana aku bisa, sementara aku tergeletak lemah memandang nanar langit langit kamarku yang melukiskan kisahmu.
Seperti hangat hujan yang menitikkan airnya menempel pada helai rambutmu, yang kemudian belari mencariku.
Sekali lagi kutanya padamu..
tolong kau jawab, tatap aku...
Bagaimana aku bisa mengabaikan tiap hembusan aroma tubuhmu, jika angin sengaja membawanya untuk kuhirup,
seperti tiap tetes kopi yang ku tuguk penuh makna.....
Bagaimana bisa...
Aku tak pernah menemukan jawabannya, atau mungkin sengaja tak mencarinya...
Bagaimana Bisa.... jika setiap detak waktu berharap membawamu kembali..
memutar gelombang arus frustasi untuk menemukanmu kembali dalam dekapan waktu
meski harus kulakukan tanpa sederet alasan...
Tetap kau paksa aku melangkahkan kaki dari semestamu.
Tanpa kutahu alasan .Bagaimana aku Bisa?
Jumat, 01 Juli 2011
Karya tanpa Jiwa
Puisi puisi itu kehilangan jiwanya saat jejak kaki berucap selamat tnggal
Baris demi baris yang tertoreh hanya sekedar uangkapan tanpa rasa.
Kata demi kata yang tersurat hanya sebuah rangkaian bisu
Dalam sebuah cerita,..
Tanpa arti, tanpa rasa…
Huruf huruf itu tak lagi mampu bercerita tentang sebuah mimpi sebuah gelora yang membuncah,
Padam
Mati
Sepi
Diam
Hingga lembaran putih menyadari nafasmu yang menjadi jiwa tiap cerita..
Member kehidupan pada sentuhan kata
Memberi rasa pada jalinan huruf
Memberi warna pada lantunan kata
Tersadar dalam sentuhan lembut gejolak kalbu yang berbisik
“dia telah berpaling “
Hilang
Pergi
Kosong
Tanpa nyawa
Tanpa Asa yang tersisa….
Siantar, 29 Juni 2011
Baris demi baris yang tertoreh hanya sekedar uangkapan tanpa rasa.
Kata demi kata yang tersurat hanya sebuah rangkaian bisu
Dalam sebuah cerita,..
Tanpa arti, tanpa rasa…
Huruf huruf itu tak lagi mampu bercerita tentang sebuah mimpi sebuah gelora yang membuncah,
Padam
Mati
Sepi
Diam
Hingga lembaran putih menyadari nafasmu yang menjadi jiwa tiap cerita..
Member kehidupan pada sentuhan kata
Memberi rasa pada jalinan huruf
Memberi warna pada lantunan kata
Tersadar dalam sentuhan lembut gejolak kalbu yang berbisik
“dia telah berpaling “
Hilang
Pergi
Kosong
Tanpa nyawa
Tanpa Asa yang tersisa….
Siantar, 29 Juni 2011
Kamis, 16 Juni 2011
terbangun dari mimpi dan Khayalku
akhirnya stelah lama menunggu kapan waktu itu tiba, benar benar seperti terbangun dari tidur panjang.
terbangun dari dunia mimpi ku. dunia Khayalku. tentang dirinya.
Akhirnya pada suatu ketika kita memang harus bertemu pada satu titik, bukan untuk memohon pada keabadian, tapi menjumpai kemustahilan untuk menerima hukuman. entah apa alasan itu semua. aku takkan pernah mengerti skenario dibalik semua sayup mata yang hanya bisa mengilusikan kesemuan.
Hanya saja., meski kaupun terluka melepasku, kau harus benar benar membangunkanku dari semua mimpi burukku dan semua impianku.
aku terjaga, dalam tangis berbalut senyum. untuk satu hati... pangeran mimpiku.
yang menyadarkanku untuk kembali ke dunia realitas.
terbangun dari dunia mimpi ku. dunia Khayalku. tentang dirinya.
Akhirnya pada suatu ketika kita memang harus bertemu pada satu titik, bukan untuk memohon pada keabadian, tapi menjumpai kemustahilan untuk menerima hukuman. entah apa alasan itu semua. aku takkan pernah mengerti skenario dibalik semua sayup mata yang hanya bisa mengilusikan kesemuan.
Hanya saja., meski kaupun terluka melepasku, kau harus benar benar membangunkanku dari semua mimpi burukku dan semua impianku.
aku terjaga, dalam tangis berbalut senyum. untuk satu hati... pangeran mimpiku.
yang menyadarkanku untuk kembali ke dunia realitas.
Sabtu, 28 Agustus 2010
aneh.. gila.. Kangen
akhirnya kuputuskan untuk menghapus dirinya. melupakannya dan menenggelamkannya dalam kesibukanku. hampir berhasil. selalu saja setiap hampir berhasil dia datang lagi...
iyya aku kangen.. akhirnya pengakuan itu terungkap. padahal sudah ku pendam dalam dalam. tersilaukan senyumku. namun tetap saja itu nyata bukan bayangan.. aku kangen.....
lalu... aku mulai kecewa lagi menutup hatiku lagi. melupakanmu lagi (mencoba) kemudian aku mulai berkata bahwa aku benci kamu... dan beberapa saat kemudian aku tringat dirimu.. Kangen.. Salahkah???
iyya aku kangen.. akhirnya pengakuan itu terungkap. padahal sudah ku pendam dalam dalam. tersilaukan senyumku. namun tetap saja itu nyata bukan bayangan.. aku kangen.....
lalu... aku mulai kecewa lagi menutup hatiku lagi. melupakanmu lagi (mencoba) kemudian aku mulai berkata bahwa aku benci kamu... dan beberapa saat kemudian aku tringat dirimu.. Kangen.. Salahkah???
![]() |
| KANGEN KAMU |
Rabu, 14 April 2010
SAKAW
Mencintaimu seperti mengkonsumsi Napza..
Awalnya hanya ingin mencoba. Merasakan tajamnya panah si cupid.
Benar benar ingin mencoba.
Dan meskipun aku tahu _pada awalnya_ aku akan kecanduan, tapi aku tetap ingin mencobanya. Mencoba Mencintaimu.
Bodohkan??
Seperti tidak menerapkan ilmu yang ku punya.
Tidak mengaplikasikannya pada tiap sisi hidupku. Bahkan pada sisi yang paling penting ”EROS”
SAKAW
Hampir sepeti itu saat aku ingatkau.. saat aku merindukanmu.
Saat aku sudah mengingat bahwa kau tak lagi disini.
Kau benar benar seperti Napza.
Seperti Narkotika... kau membiusku, menarikku keluar dari duniaku, membuatki seperti kehilangan logikaku. Meninggalkan duniaku. Duniaku yang awalnya tanpa dirimu, dimana aku baik baik saja.
Seperti Psikotropika yang mempengaruhi saraf motorikku. Membuatku lebih aktif. Lebih semangat. Seolah mewrnai duniaku. Seperti kau mempengaruhi saraf motorikku. Hingga aku selalu merasa punya energi yang tak pernah habis..
Aku sempat semangat dulu. Meski harus keluar dari duniaku tapi aku benar benar aktif.
Dan kau seperti psikotropika. Setelah psikptropika itu hilang, semangatku pun hilang....
Seperti adiktif merileks kan diriku...
Tenang... meski semua masalah datang mengahampiriku..
Akhh seperti NAPZA. Membuatku kecanduan..
Selalu ingin lagi dan lagi..ingin tau lebih lagi tentang dirimu.. ingin lagi melihat senyummu, tawamu, dan semua ceritamu..]
Aku capek tapi aku kecanduan..
Itu salah.. karena mencintaimu seperti mengkonsumsi NAPZA... kau adalah NAPZA.. karena seandainya kau tak ada.. maka aku takkan SAKAW seperti ini...
=TPS= Medan 14 Maret 2010 .......
Labels
Alien
Anak Kos
anakku
Anakniburju
asrama
badai
Bahan Kuliah
banjir
becak motor
bencana
bkkbn
blog
blurb
bunga
cerita
cerpen
cinta
cowok keren
einstein
Fiction
fisika
Flash Fiction
Flashback
funny face
Gagas Media
Galau
gerak vertikal
hidup
him
Hope
image
iseng
jam
jenius
kau
keputusan KPU
kesal
kuliah
kutipan
life
mahasiswa
makanan
Malam Minggu
Marriage
married
medan
membaca
merried
mimpi
Mom
motivasi
nikah
perempuan
perubahan
pesanmama
Presiden terpilih
Prince
puisi
rejeki
rindu
Robot
sehat
Surat untuk presiden terpilih
tempat ini
Time capsule
tips
twitter
ulang tahun
unik
usaha
wife
work
Copyright (c) 2010 Asem Manis Hidup and Powered by Blogger.




