Cerita dari hidup yang singkat, seperti gelembung sabun.
Kamis, 06 Mei 2021
Sabtu, 02 Maret 2019
Hati Hati Berteman
Siapa bilang teman gak boleh milih milih. Boleh dong.... Milih yang gak bakal makan temen sendiri hahahah.
Mau ngomongin yang lagi viral sih ya tentang Seorang putri yang akhirnya mendapatkan pangerannya dalam sekejap mata and then they life happily ever after... semoga.
Ada yang bilang, "Ya kan gak papa mereka nikah. udah putus kan sama yang sebelumnya". Udah putus memang tapi masih beberapa bulan yang lalu. Si cewek (sebutlah Moni)bahkan belum move on. Trus tiba tiba nih cowok nikah sama temen nya si cewek (sebutlah si putri). Kenapa si cowok gak nikah sama si Moni? alasannya ortunya gak setuju, oke lah. Alasan lainnya, belom mau cepat cepat nikah. Hellow.... gak lama kemudian nikah. Itu kayak cewek yang nolak bilang "Belum mau pacaran/ masih mau sendiri/ mau fokus kuliah" trus tiba tiba punya pacar. Labil.
Ada yang bilang "Ya mereka taaruf kali makanya cepat. Halal kan lebih baik". Taaruf kok setengah setengah, mereka berangkat duluan ke luar negeri berdua itu taaruf, photo prewedding itu bagian taaruf. Yaampun...
Adalagi salah satu akun medsos dakwah, yang akhirnya ku unfol, bilang kan nikah gak perlu restu mantan. Oke sip. Apakah hubungan sesama manusia gak penting? Bisa bersimpati nggak sama si Moni yang ditinggalkan dengan alasan labil tadi itu? Bukannya bilang dulu ke Moni kalo si cowok deketin dia eehh ini malah bilang gak berteman sama si Moni. Trus langsung nikah. Gak punya hati banget. Jaga perasaan orang. Jadi kenapa akun ini ku unfol, karna dia lebih memilih yang menyakiti hati orang lain demi mendapatkan keinginanya
Oh iya, mereka bukan taaruf, trus tiba tiba nikah berarti pdkt nya udah lama donk ya. sejak si cowok pacaran sama si Moni.
Satu lagi, yang harus disembunyiin itu lamarannya. Pesta pernikahan itu harus dikabarkan. Kenapa harus di sembunyikan? oh iya, aku juga kalau ngambil mantan teman pasti nikahnya diam diam. Malu.
Kasihan, seorang putri harus menikah dengan diam diam. Dengan cibiran seantero maya.
Masih ada yang bela? Well gak munafik sih kali disodorin cowok sekaya si cowok itu siapa nolak. Banyak. Masih banyak permpuan punya hati di negeri ini.
Masih ada yang bela, si Moni aja terlalu drama. Sejak putus si Moni tidak banyak kok gembar gembor di media. malah si cowok yang banyak konpers.
Tapi yaah... prinsip orang beda beda. Prinsipku sih, mantannya teman adalah musuhku, karena dia jahat sama temanku. Lihat dong film AADC, kan semua gengnya Cinta kesel sama Rangga, karna Rangga mutusun Cinta dengan alasan gak jelas. Bukan malah dinikahi. Tapi, akhirnya aku tau, seandainya aku belum menikah, aku takkan kenalkan pacarku ke teman ku, karna ternyata jiwa mereka jiwa jiwa teman makan teman. Orang yang tidak akan peduli gimana sakitnya aku, ketika aku diputuskan pas sayang sayangnya. eh dia malah deketin mantanku. dengan alasan "Kan udah putus".
Seorang puteri gak akan mengkhianati temannya bukan?
Seorang puteri harus punya prinsip bukan?
Seorang puteri juga harus punya sikap.
Lantas, pantaskah dia disebut puteri?
Senin, 22 Oktober 2018
Lelaki Kecil yang Beranjak Dewasa
Beranjak dewasa adik kecilku tercintasudah saatnya belajar berpijar
tinggalkan jakarta demi masa depan cipta
Mengutip lagu SO7 sepertinya cocok untuk memulai cerita ini. Hari ini kami mengantarkan adik laki-laki, saudara kandungku satu satunya pergi berkerja, merantau. Hal yang tidak ku sangka karna, ku pikir aku lah yang akan merantau, sementara dia, selaku anak terakhir harusnya dirumah. Tapi sekarang, dia seorang laki laki, dia harus belajar tanggung jawab, belajar kemandirian, belajar arti hidup.
Meskipun itu berarti aku harus kehilangan adikku yang merengek minta bantu kerjakan PR matematikanya padahal aku udah capek, merengek minta kado ulang tahun, yang minta makan ayam penyet atau KFC, yang sering kehabisan uang makan, yang berbagi rahasia rahasia kami dari mama, yang nemenin kemana mana, yang sering marah kalo aku salah, yang mau 'kayak mbak', yang rebutan makanan, yang sayang sama Kinan sejak jantung Kinan belum berdetak. yang yaah.... intinya aku harus melepas sahabat terbaikku....
Sedih? iya. Tapi aku harus bangga. Berbesar hati menerima kekalahan bahwa dia telah melampaui ku, melampaui batasannya sendiri.
Dia yang selalu jadi anak kesayangan mama, sekarang sudah dewasa meskipun tetap jadi anak kecil mama.
Selamat merantau adikku, semoga hijrahmu membawa berkah.
Semoga selalu dipertemukan dengan orang orang baik.
Love,
Mbak
Jumat, 12 Januari 2018
Dear Anak Ni Burju
Rabu, 27 Desember 2017
Perempuan yang sudah menikah
Jumat, 15 Desember 2017
The Baby kicks me
Kamis, 16 November 2017
Suatu Sore
Jumat, 06 Oktober 2017
Hello Kid
Minggu, 23 April 2017
Minder
Aku iri. Aku bukan seorang isteri yang baik. Aku masih menyimpan iri. Pada tetangga, pada teman, pada saudara.
Aku tidak iri mereka bergelimang emas. Aku tidak iri mereka berpakaian mewah yang harganya bisa untuk makan seminggu. Aku tidak iri mereka naik turun mobil mewah terserah saja. Aku hanya iri pada mereka yang pamer test pack di sosial media dengan dua garis merah. Aku iri pada perut buncit mereka. Aku iri pada elusab mesra suaminya di perut perempuan itu. Aku iri pada rona bahagia ibu ibu yang ku kenal menggandeng anaknya atau menantunya yang sebentar lagi akan menjadi seorang nenek.
Aku iri.
Iri setengah mati. Aku minder. Sebaiknya aku tidak menjumpai mereka. Aku menyibukkan diri dengan kegiatan lain. Aku berusaha mengalihkan pikiranku dari keinginan itu. Mengalihkan pembicaraan dari pertanyaan pertanyaan kenapa perutku belum juga membuncit.
Aku menjauh, karna aku iri. Karna aku begitu menginginkannya. Sementara Tuhan masih belum mengizinkanku memilikinya. Sementara jarak masih memisahkan ku dengan lelakiku. Aku menjauh karena kau takut dengan pertanyaan mereka. Dengan tuduhan tuduhan mereka. Dengan hinaan mereka. Aku takut dengan omongan mereka yang menyakiti hatiku.
Aku takut.
Bukan aku tidak ingin hamil.
Selasa, 13 Desember 2016
Menggadaikan kesetiaan
Bukan aku yang disakiti, bukan aku yang di khianati. Aku hanya melihat sebuah, bukan, beberapa pengkhianatan.
Aku tidak mengerti apa yang akan dirasakan oleh orang orang yang setia menunggu mereka. Sementara mereka disini berharap, memberi harap, meminta harapan pada yang lain. Aku tidak mengerti apa yang mereka rasakan. Bagaimana mereka bisa dengan mudahnya mengkhianati.
Dia seperti piala bergilir, yang bisa didekati siapa saja, memberi harap pada siapa saja. Seperti tidak punya harga diri, seperti tidak ada kegiatan lain selain 'memuaskan' rasa penasaran para lelaki itu. Aku tak habis pikir bagaimana perasaan kekasihnya yang percaya padanya. Aku tak habis pikir bagaimana seorang perempuan bisa seperti itu. Bisa begitu mudahnya melepaskan kesetiaannya. Maaf, aku melihatnya seperti perempuan murahan.
Sekalipun dia adalah seorang anak pejabat atau ustad, bagiku dia tetap perempuan tanpa kesetiaan.
Tak semua harus kau miliki. Kau punya waktu dan kesempatan untuk memilih. Silahkan pilih yang terbaik. Lepaskan yang tak akan kau pilih. Karna kau perempuan.
Untuk para lelaki yang hanya haus akan rasa penasaran. Bagaimana perasaan wanitamu bila melihat kau seperti itu, bila mereka tau ada perempuan lain yang di puja oleh lelakinya, bila ternyata lelakinya hanya terpaksa tetap bersamanya. Aku tidak habis pikir semudah itu kalian menggadaikan kesetiaan pada perempuan yang bisa memberi harap pada siapa saja.
Aku risih....
posted from Bloggeroid
Senin, 05 September 2016
Welcome to the real life as a woman
Saya suka berjuang. Tapi kali ini saya tidak tau berjuang untuk apa. Untuk kebahagiaan saya atau untuk membungkam celetukan sosial yang sering kali membuat jengahdengan pertanyaan pertanyaan yang membosankan mulai kapan nikah hingga kapan mati.
Meninggalkan teman, mimpi S2, meninggalkan penelitian penelitian yang memuaskan dahagaku, bersenang senang. Dan setelah hari itu saya hanya akan menjadi seorang isteri yang membusukkan isi kepala dengan diam seharian di rumah merutuki diri sendiri.
Well, apa yg akan kalian lakukan kalau penjara akan berada depan kalian? membaca buku? FYI saya akan tinggal di daerah yang tidak ada toko bukunya. Saya akan tinggal di daerah yang tidak ada sinyal, terisolasi. Saya akan tinggal di daerah dimana perempuan cantik lebih penting dari yang punya otak. Sayatidak akan punya teman bercerita tentangkehidupan atau ide ide gila lainnya. Rasanya seperti menghadapi kematian.
Inikah yang harus dilalui seorang perempuan. Benar kah keputusan yang telah ku buat? Bagaimana kalau ternyata salah? Bukan kah tidak akan ada apapun yang bisa memperbaiki keadaan kalau ternyata keputusan ini salah?
Saya akan masuk ke dalam sebuah keluarga baru yang tidak tau bagaimana masalalu membentuk saya. Keluargabesar tepatnya. Lebih besar lagi karena saya harus menghafal nama, struktur keluarga dan posisinya. Saya akan menjadi seorang perempuan yang diharuskan tunduk pada seorang pria yang entah masih akan tetap sayang sama saya atau tidak setelah hari itu.
Entah dia akan suka dengan hasil saya memasak, membersihkan rumah. Atau malah membandingkan dengan perempuan lain. Atau keluarga dan masyarakat yang menilai saya tidak dapat menjadi perempuan dewasa yg di sebut isteri. Dimana posisinya ketika saya dinyatakan gagal? Masih tetap menggenggam tangan saya dan membela saya mati matian. Atau malah berbalik menyetujui bahwa saya gagal menjadi sempurna dalam istilah meteka.
Entah akan berapa luka yang dibuatnya.
Takut. ya saya takut disakiti tanpa bisa melawan tanpa bisa lari. Bagaimana bila suatu saat saya tidak tahan lagi di sakiti. kemana saya harus meminta pertolongan.
Saya seperti menyiapkan perayaan kematian sendiri.
Kematian akan kebebasan bergerak, berfikir, dan mengambil keputusan.
Aku rindu masa kecil ku.
posted from Bloggeroid
Minggu, 17 Juli 2016
Dia

Masih tentang dia. Yang selalu kucari setelah terbangun dari lelap.
Mulai lagi ia membuat mimpi mimpi yang sempurna.
Tentang lapisan lapisan terumbu karang.
Tentang tempat baru yang entah dimana.
Tentang potongan potongan ingatan yang harus kulengkapi.
Tentang janji yang selalu dipenuhi.
Lagi lagi dia.
Yang sepanjang hidupku tak pernah ku ketahui namanya. Namun membuatku merasa lengkap.
Kata orang, kau tidak mungkin memimpikan tempat yang tidak pernah kau lihat, orang yang tidak pernah kau temui.
Tapi dengannya aku bisa pergi ke tempat baru, dengan dia yang tidak pernah kutemui.
180716
Dinihari
posted from Bloggeroid
Sabtu, 02 Juli 2016
Menemukan

Bagaimana aku bisa lupa
caramu mendengarkan azan
caramu mengepaskan kopiah di kepalamu
Ramadhan sudah dipenghujung
setiap malam ganjil terakhir, katamu
bukan salah satunya
kita mencari Nya
kita menemukan Nya
dibawah kubah megah
di pelosok nusantara
kita saling menemukan Dia
percakapan ringan tanpa arah
keramahan manusia, ujarku
menemukan Tuhan, ujarmu
dan kita tertawa
betapa sederhananya konsep Tuhan
kita sering kali lupa
posted from Bloggeroid
Kamis, 30 Juni 2016
Rindu dan purnama
Yang menjadi dingin
bersama angin yang menggigit
Malam ini,
tidak seperti dua purnama kemarin
Sumringah mu tak lagi ada disini
Hey, apakah kau rindu itu?
Yang menyelinap pelan
Menjalar dalam ribuan Neuron-ku.
Apakah kau rindu itu?
Yang memberikan nafas dalam ceritaku tentang dua purnama dari masa lalu.
posted from Bloggeroid
Rabu, 08 Juni 2016
Semu
Suara tuts laptop beradu
Pengapnya malam memburu
Tidak ada kata syahdu
mengapa meninggalkan rindu
Lensa mata ku menangkap banyanganmu
Nyata yang menyemu
Masih kah kita hela udara yang padu
Yang menyatukan lelahku, lelahmu
pada jajaran tulisan yang berdebu
Harus aku tau
deretan huruf itu
selalu memenuhi benakmu
bukan aku
Pelangi di langit biru
Mencipta istilah baru
pada rindu
yang akan membeku
tanpa ragu
aku meramu
bayangmu menjadi semu
dalam jarak yang kian menjauh
pada buku
ada namaku
namamu
menyatu
menyemu
merindu.
Isuy 080616
posted from Bloggeroid
Jumat, 08 April 2016
Perempuan yang Salah
Aku hanya anak dari orang tua yang ingin anaknya dihargai. Aku hanya seorang anak perempuan dari laki laki yang mati matian menyekolahkanku agar aku mengerti prinsip prinsip hidup.
Tidak aku tidak akan melawan perintah Tuhanku untuk menghormati imamku. Bukankah aku juga berhak dapat penghargaan yang sama dari pemimpinku?
Aku, Perempuan. Tidak pantaskah aku dihargai. Sedang Tuhan ku begitu sayang pada Perempuan.
Hey, keputusanku menjadi pendampingmu ku harap tidak salah.
Aku selalu berusaha menjadi yang terbaik buatmu. Menjadi yang bisa kau banggakan. Berusaha menjadi sahabatmu, partnermu, berusaha menuntunmu. Salahkah aku ingin dihargai?
Sementara kau hanya menganggap ku Babu.
Seandainya kau ingat, Tuhan menciptakan jenisku, Perempuan, dari tulang rusuk jenismu, Lelaki. Bukan dari kulit telapak kakimu.
Seandainya kau sadar, aku juga manusia sepertimu. Punya Ego. Aku, Perempuan, punya hati. Mungkin kau lupa.
Pikirkan lagi. Apa masih mungkin Kau dan Aku menjadi Kita? Atau hanya sekedar Kau dan Aku dalam ikatan itu?
posted from Bloggeroid
Kamis, 31 Maret 2016
PerfecTea
Aroma vanilla. pikirku.
Ya, kau begitu menyukai aroma vanilla. pun demikian dengan tubuhmu. Seperti sudah ditakdirkan bersama, vanila dan aroma tubuhmu membaur begitu memikat. Hangat dan Manis.
Aku menghela cardigan broken white kesayanganmu yang sengaja kau tinggal. ' untuk mengurai rindu ' katamu. Masih ada aroma vanilla dan tubuhmu tertinggal disana.
*
Ting....
Bandul di pintu masuk berbunyi, ada seseorang masuk. Seduhan teh ku hampir selesai ketika kulihat kau di depan pantry , mengamatiku mengaduk secangkir teh.
Bibirku bergumam pelan "Vanilla green tea?" tanyaku hati hati menawarkan.
Senyum sumringah mu sehangat aroma vanilla mengiringi anggukan kecilmu.
Ah ya itu kau... merentangkan tangan.
Aku berlari kecil kearahmu. Menyambut pelukan hangat beraroma vanila yang menggenapkan rinduku.
Masihkah perlu ku urai rindu, jika setiap aroma yang ku hela menitipkan harummu. Sempurna sudah, Rindu ini milikmu.
Merindu,
Amaliani.
posted from Bloggeroid
Kamis, 17 Maret 2016
Menyublim Percaya
Hatiku tidak akan pernah baik baik saja seperti sebelum semua ini terjadi. Tidak akan pernah.
Tidak sekali aku merasakan sakit seperti ini. Dua kali. Dari orang yang berbeda. Yap. Kedua orang tua ku sendiri. mungkin ini memang sekuens yang sudah kuputuskan sendiri sebelum aku lahir. Tapi rasanya tetap saja menyakitkan.
Dikhianati oleh orang tua sendiri.
Bagaimana aku bisa percaya ada cinta sejati? kalau cinta orang tua yang katanya paling tulus itu, berkhianat.
Bukan hanya satu. Tapi DUA. Ya mereka egois lebih dari siapapun. Peduli apa mereka dengan perasaan ku? perasaan kami, aku dan adikku. Mereka hanya peduli pada dirinya, pada kebahagiaannya.
Tidak akan pernah semuanya baik baik saja.
Semuanya berubah. Pengkhianatan itu menghancurkan semua rasa percaya ku.
Tidak usah berpura pura baik padaku.
Aku sudah tidak percaya lagi pada ketulusan itu.
Wajah polos, yang seolah olah menderita, kemudian memintaku untuk memaklumi. Bullshit. Tidak ada pengkhianatan yang pantas dimaklumi.
posted from Bloggeroid
Merayu Hati
Kalimat itu seperti akan menghacurkan benteng pertahananku. Yang kubangun kokoh dalam perjalanan sepulang mengantarkanmu kembali ke rutinitasmu, Borneo.
Sepanjang jalan dari tempat itu, tempat kemarin aku menjemputmu juga, aku berusaha tersenyum, berdamai dengan hati, merayu "Perpisahan ini hanya sementara. Sebelum menjadi selamanya."
Mengingat kembali senyummu, tawa mu yang terdengar ringan saat kita bertingkah seperti anak anak. Ah ya... rindukah namanya, jika aku menginginkanmu ada disini sementara belum genap satu lingkaran penuh jarum jam berputar? "Rindu"kah namanya jika aku masih mendengar sayup suaramu merayuku sendu, bahkan ketika pesawatmu telah terbang tinggi membawamu menjauh dariku? "Rindu" kah namanya jika masih kurasakan hangat genggamanmu yang menenangkanku?
Hei, pertahananku jebol, hancur berantakan... Kebersamaan ini terlalu singkat untuk membenci perpisahan kan?
Kau terlalu membuatku merasa nyaman. Hingga aku takut kembali sendiri.
Tak bisakah kau merayu hatiku untuk tidak terlalu manja?
posted from Bloggeroid
Senin, 29 Februari 2016
Kangen.
Ah,
Aku rindu dirimu yang dulu ma...
Tawa renyahmu seperti dulu...
Sikap sederhanamu seperti dulu...
Kasih sayangmu yang selalu nyaman seperti dulu...
seperti dulu ma... sebelum kau mengenal laki laki itu.
Aku rindu...
posted from Bloggeroid